Wednesday, June 7, 2017
Tuesday, June 6, 2017
PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU SMP NU 1 WONOSEGORO TAHUN 2017 /2018
PENDAFTARARAN PESERTA DIDIK BARU SMP NU 1 WONOSEGORO TAHUN 2017/2018
Klik dibawah ini
https://docs.google.com/forms/d/1EXel-OD_BwONX7ngVokfUp774soYT3qmqGvvzR5c6Xk/prefill
Klik dibawah ini
https://docs.google.com/forms/d/1EXel-OD_BwONX7ngVokfUp774soYT3qmqGvvzR5c6Xk/prefill
SMP NU 1 WONOSEGORO
VISI
Berangkat dari konsep dasar dan keberadaan sekolah di tengah semua konteks yang menyekitarinya, SMP NU 1 Wonosegoro merumuskan visi sebagai berikut:Beriman,
dalam pengertian meyakini keberadaan Tuhan sebagai Sang Mahakuasa dan Sang Pencipta yang mempunyai kekuasaan mutlak terhadap kehidupan ini, termasuk manusia. Kebermaknaan hidup manusia hanya terwujud jika ada peng
akuan dan penghayatan yang demikian itu. Selanjutnya, beriman diwujudkan di dalam laku ibadah seutuhnya, yang disebut bertakwa, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya menurut agama dan keyakinan masing-masing. Ibadah seutuhnya juga harus dimengerti sebagai totalitas dan perpaduan ibadah ritual dan sosial. Ritual dalam pengertian menjalankan laku ibadah langsung berhadapan dengan Tuhan. Sosial dalam pengertian melakukan hidup yang bermakna kepada sesama ciptaan Tuhan dalam rangka takut akan Tuhan. Semua itu dijalani berdasarkan keyakinan agama masing-masing.
Berprestasi,
dalam pengertian mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat belajar dan mengajar adalah untuk berprestasi, artinya selalu memperjuangkan terjadinya perubahan positif. Perubahan ke arah lebih baik, lebih benar, dan lebih maju, itu adalah hakikat berprestasi. Semangat berprestasi bukan sekadar untuk mencari popularitas. Yang lebih penting adalah untuk meningkatkan kualitas diri, baik siswa maupun guru, dalam rangka memenuhi kebutuhan hakiki manusia, yaitu beraktulisasi. Berprestasi akan menumbuhkan semangat melakukan yang terbaik, tidak mudah puas dengan kekinian, tetapi akan senantiasa memandang masa depan, dengan senantiasa melakukan yang terbaik pada saat ini. Atas dasar itulah, setiap terjadi perubahan positif, betapapun kecilnya, layak untuk mendapatkan penghargaan atau apresiasi.
Bermoral,
dalam pengertian mempunyai pola pikir, pola rasa, dan pola laku yang beradab, mengubah perilaku sesuai dengan agama dan budaya bangsa Indonesia. Bermoral dalam perilaku yang tidak bertentangan dengan norma agama dan sosial supaya dimengerti dalam konteks budaya nasional maupun lokal. Atas dasar itu, pengembangan kepribadian selalu berdasarkan pada etika dan etiket sebagai bangsa Indonesia, lebih khusus sebagai orang Jawa. Oleh karena itu, nilai-nilai lokal,adab dan sopan santun khususnya budaya Jawa menjadi acuan penting yang akan mewujudkan jati diri sebagai manusia berbudaya, yang mampu memandang ke depan dan global, namun tetap mampu hidup kongkret dalam konteks kekinian dan budaya lokal, yaitu Jawa. Etika dan etiket budaya Jawa menjadi salah satu indikator bermoral.
Untuk melaksanakan visi Beriman, Berprestasi, dan Bermoral SMP NU 1 Wonosegoro merumuskan cara-cara mendasar untuk meraihnya, yang disebut misi.
a. Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang beriman, berprestasi akademik nonakademik, dan memiliki moral yang baik.
b. Mewujudkan kurikulum yang berkualitas, yaitu holistik, sesuai dengan potensi dan kebutuhan siswa, dan konteks sekolah.
c. Mewujudkan proses pembelajaran yang dinamis, kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan CTL.
d. Memujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari segi kuantitas dan kualitas.
e. Mewujudkan sumber daya manusia, pendidikan dan tenaga pendidikan, yang profesional, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi.
f. Mewujudkan pengelolaan sekolah berdasarkan konsep Manajemen Berbasis Sekolah, dengan mengembangkan komunikasi kekeluargaan, kemitraan, dan kedinasan secara terpadu.
g. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai dengan memberdayakan semua pihak terkait.
h. Mewujudkan sistem penilaian yang menyeluruh, otentik, objektif, dan berkelanjutan, yang mampu mengukur kompetensi siswa secara utuh.
Berprestasi,
dalam pengertian mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat belajar dan mengajar adalah untuk berprestasi, artinya selalu memperjuangkan terjadinya perubahan positif. Perubahan ke arah lebih baik, lebih benar, dan lebih maju, itu adalah hakikat berprestasi. Semangat berprestasi bukan sekadar untuk mencari popularitas. Yang lebih penting adalah untuk meningkatkan kualitas diri, baik siswa maupun guru, dalam rangka memenuhi kebutuhan hakiki manusia, yaitu beraktulisasi. Berprestasi akan menumbuhkan semangat melakukan yang terbaik, tidak mudah puas dengan kekinian, tetapi akan senantiasa memandang masa depan, dengan senantiasa melakukan yang terbaik pada saat ini. Atas dasar itulah, setiap terjadi perubahan positif, betapapun kecilnya, layak untuk mendapatkan penghargaan atau apresiasi.
Bermoral,
dalam pengertian mempunyai pola pikir, pola rasa, dan pola laku yang beradab, mengubah perilaku sesuai dengan agama dan budaya bangsa Indonesia. Bermoral dalam perilaku yang tidak bertentangan dengan norma agama dan sosial supaya dimengerti dalam konteks budaya nasional maupun lokal. Atas dasar itu, pengembangan kepribadian selalu berdasarkan pada etika dan etiket sebagai bangsa Indonesia, lebih khusus sebagai orang Jawa. Oleh karena itu, nilai-nilai lokal,adab dan sopan santun khususnya budaya Jawa menjadi acuan penting yang akan mewujudkan jati diri sebagai manusia berbudaya, yang mampu memandang ke depan dan global, namun tetap mampu hidup kongkret dalam konteks kekinian dan budaya lokal, yaitu Jawa. Etika dan etiket budaya Jawa menjadi salah satu indikator bermoral.
MISI
Untuk melaksanakan visi Beriman, Berprestasi, dan Bermoral SMP NU 1 Wonosegoro merumuskan cara-cara mendasar untuk meraihnya, yang disebut misi.
a. Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang beriman, berprestasi akademik nonakademik, dan memiliki moral yang baik.
b. Mewujudkan kurikulum yang berkualitas, yaitu holistik, sesuai dengan potensi dan kebutuhan siswa, dan konteks sekolah.
c. Mewujudkan proses pembelajaran yang dinamis, kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan CTL.
d. Memujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari segi kuantitas dan kualitas.
e. Mewujudkan sumber daya manusia, pendidikan dan tenaga pendidikan, yang profesional, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi.
f. Mewujudkan pengelolaan sekolah berdasarkan konsep Manajemen Berbasis Sekolah, dengan mengembangkan komunikasi kekeluargaan, kemitraan, dan kedinasan secara terpadu.
g. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai dengan memberdayakan semua pihak terkait.
h. Mewujudkan sistem penilaian yang menyeluruh, otentik, objektif, dan berkelanjutan, yang mampu mengukur kompetensi siswa secara utuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)











